Sindopos.com - Profil Desa Padi Kecamatan Tulakan Kabupaten Pacitan.
Profil Desa & Kelurahan, Desa Padi Kecamatan Tulakan Kabupaten Pacitan |
Kondisi Desa Padi Kecamatan Tulakan Kabupaten Pacitan
Pentingnya memahami kondisi Desa untuk mengetahui keterkaitan perencanaan dengan muatan pendukung dan permasalahan yang ada, memberikan arti penting keputusan pembangunan sebagai langkah mendayagunakan dan penyelesaian masalah di masyarakat.
Desa Padi merupakan salah satu dari 16 desa di wilayah Kecamatan Tulakan, yang terletak 3,5 Km ke arah selatan dari kota Kecamatan, Desa Padi mempunyai luas wilayah seluas 1.282,690 hektar. Adapun batas-batas wilayah desa Padi adalah sebagai berikut:
BATAS DESA
Sebelah Utara : Desa Bungur
Sebelah Selatan : Desa Jetak dan Sidomulyo
Sebelah Timur : Desa Pagerejo dan Desa Kluwih
Sebelah Barat : Desa Wonoanti
Iklim Desa Padi, sebagaimana desa-desa lain di wilayah Indonesia mempunyai iklim kemarau dan penghujan, hal tersebut mempunyai pengaruh langsung terhadap pola tanam yang ada di Desa Padi Kecamatan Tulakan.
Sejarah Desa Padi Kecamatan Tulakan Kabupaten Pacitan
Berdasarkan cerita dari para sesepuh Desa dan beberapa tokoh masyarakat desa Padi , dapat diuraikan dengan singkat bahwa Desa Padi sudah ada sejak zaman penjajah Belanda.Pertama kali dipimpin oleh seorang pelarian dari Keraton Kartosuro hadiningrat yang bernama HADI JAYANINGRAT atau sering disebut dengan sebutan Mbah Jayan.
Pentingnya memahami kondisi Desa untuk mengetahui keterkaitan perencanaan dengan muatan pendukung dan permasalahan yang ada, memberikan arti penting keputusan pembangunan sebagai langkah mendayagunakan dan penyelesaian masalah di masyarakat.
Desa Padi merupakan salah satu dari 16 desa di wilayah Kecamatan Tulakan, yang terletak 3,5 Km ke arah selatan dari kota Kecamatan, Desa Padi mempunyai luas wilayah seluas 1.282,690 hektar. Adapun batas-batas wilayah desa Padi adalah sebagai berikut:
BATAS DESA
Sebelah Utara : Desa Bungur
Sebelah Selatan : Desa Jetak dan Sidomulyo
Sebelah Timur : Desa Pagerejo dan Desa Kluwih
Sebelah Barat : Desa Wonoanti
Iklim Desa Padi, sebagaimana desa-desa lain di wilayah Indonesia mempunyai iklim kemarau dan penghujan, hal tersebut mempunyai pengaruh langsung terhadap pola tanam yang ada di Desa Padi Kecamatan Tulakan.
Sejarah Desa Padi Kecamatan Tulakan Kabupaten Pacitan
Berdasarkan cerita dari para sesepuh Desa dan beberapa tokoh masyarakat desa Padi , dapat diuraikan dengan singkat bahwa Desa Padi sudah ada sejak zaman penjajah Belanda.Pertama kali dipimpin oleh seorang pelarian dari Keraton Kartosuro hadiningrat yang bernama HADI JAYANINGRAT atau sering disebut dengan sebutan Mbah Jayan.
Pada saat itu kondisi Desa masih belum menentu , karena masyarakat merasa tercekam oleh kekejaman kekuasaan Penjajah Belanda.
Masyarakat sangat ketakutan oleh kekejaman pisik tentara Belanda , kehidupan mayarakat sangat meprihatinkan ,peradaban sangat terbelakang ,Sumber Daya Manusia masih sangat rendah, hampir semua orang adalah buta huruf.Andaikata ada yang bisa bersekolah SR sampai kelas 3 saja , itupun hanya dari golongan tertentu.
Desa pada saat itu dipimpin oleh seorang Demang yang ditunjuk oleh Tentara Belanda,hingga sampai dengan tahun 1942.
Pada saat itu sebenarnya sudah ada pembangunan yang diprakarsai oleh tentara Belanda , walaupun baru sebatas pembuatan jalan setapak dan jembatan menuju lokasi Penghasilan Pertanian utamanya Kopi.
Alat transportasi yang digunakan pada saat itu adalah kuda,dan juga dipikul oleh pundak manusia.Pada tahun 1942 datanglah tentara Jepang yang ingin menguasai dan mengatur desa sehingga nama Demang diganti dengan nama Lurah.yang didalam menjalankan tugasnya dibantu oleh Carik , Putungan , Jogoboyo dan Kamituwo.
Karena kondisi masyarakat pada saat itu masih sangat terbelakang ,baik ketrampilan ,pengetahuan maupun bidang yang lain sehingga keadaan desa sangat statis.
Apalagi Topografi Desa yang sebagian besar merupakan dataran tinggi dan tingkat kesuburan tanahnya yang kurang subur, maka tidak aneh apabila penduduk desa sering terserang paceklik/kekurangan bahan makan.
Namun berkat kegigihan masyarakat yang diprakarsai oleh para petinggi Desa setapak demi setapak masyarakat dapat mengejar ketertinggalannya dengan desa lain,terbukti dengan adanya gotong royong dimana-mana.Sehingga mulai tahun 1960 Profil Desa Padi mulai tampak.
Adapaun pejabat yang memerintah Desa Padi adalah sebagai berikut:
1.Hadi Jayaningrat : mulai tahun 1903-1918
2.Donojoyo : mulai tahun 1918-1928
3.Sastrodimejo : mulai tahun 1928-1930
4.Kromo Karyo : mulai tahun 1930-1942
5.Yoso Oetomo : mulai tahun 1942-1981
6.H.Eko Hadi Prayitno : mulai tahun 1981-2006
7.Yayuk Hermien Aniatun : mulai tahun 2007-2013
Sejarah Pembangunan Desa Padi Kecamatan Tulakan Kabupaten Pacitan
Pembangunan desa Padi sudah ada sejak Zaman penjajahan Belanda walaupun baru sebatas gotong royong yang bersifat spontan dan terbatas swadaya tenaga kerja saja.
Baru tahun 1969 sejak dicetuskannya Rencana Pembangunan Lima Tahun (Repelita)oleh orde baru , desa Padi baru melakukan pembangunan secara terencana.Saat itu mulai bermunculan lembaga-lembaga yang mendukung pembangunan di desa Padi.
Lembaga Sosial Desa (LSD) .Pada saat itu LSD sebagai perencana sekaligus pilaksana pembangunan di desa yang dipimpin oleh tokoh masyarakat dan Kepala Desa sebagai pembina.
Mulai saat itu pembangunan di desa mulai terarah dan menumpuknya sejumlah usulan yang dikirim ke Kabupaten lewat kecamatan yang dikenal dengan sebutan UDKP .Walaupun tidak semua usulan pasti disetujui mengingat keterbatasan dana.Namun masyarakat giat melasanakan gotong royong sesuai kemampuan yang ada untuk membangun desa sehingga keadaan Desa Padi semakin hari semakin membaik..
Dengan terbitnya Keputusan Presiden RI Nomor 28 Tahun 1980 tentang peningkatan fungsi LSD menjadi Lembaga Ketahanan Masyarakat Desa (LKMD),yaitu lembaga yang mengkordinasikan lembaga yang ada di desa , tentunya terdapatnya personil yang lengkap.
Selanjutnya data pembangunan Fisik yang telah dilaksanakan melalui bantuan yang bersumber dari Pemerintah maupun masyarakat adalah sebagai berikut :
1.Pembangunan SDN Padi I tahun 1950
2.Pembangunan MIM Padi I tahun 1958
3.Pembangunan SDN Padi II tahun 1966
4.Pembanguna MIM Padi III tahun 1962
5.Pembangunan MIM Padi II tahun 1967
6.Pembangunan SDN Padi III tahun 1978
7.Pembangunan MIM Padi IV tahun 1978
8.Pembangunan Masjid Ash Shiddieq Krajan tahun 1954
9.Pembangunan Masjid Daarul arqom Klesem tahun 1975
10.Pembangunan Masjid Baitur Rohmaan Watulumbung tahun 1962
11.Pembangunan Masjid Arrohman Banaran Watulumbung tahun 1970
12.Pembangunan Masjid AlHijrah Jambu Gadungan tahun 19962
13.Pembangunan Masjid AlMusthofa Tumpang 1975
14.Pembangunan Masjid Al Hasan Gadungan tahun 1960
15.Pembangunan Masjid Daarussalaam Glinggangan tahun 1967
16.Pembagunan Masjid Arrohmah Krajan 1960
17.Pembangunan masjid AlJaiz Gadungan tahun 1967
18.Pembangunan masjid AlMuttaqien Gadungan tahun 1976
19.Pembangunan Masjid alMuttaqien Glinggangan tahun 1980
20.Pembangunan Masjid al Bayyinah Klesem tahun 1999
21.Pembangunan masjid AlAmien Klesem tahun 2001
22.Pembangunan Masjid AlIkhlash Klesem tahun 2005
23.Pembangunan Masjid Al Hudaa Krajan atas tahun 1996
24.Pembangunan Jembatan Krajan AMD 1982
25.Pembangunan Balai Desa Padi tahun 1989
26.Pembangunan Gedung Polindes Padi tahun 1986
27.Pembangunan Kantor Desa p[adi tahun 1998
28.Pengaspalan Jalan Desa sepanjang 7.600m (Plan Internasional) dari Genting-Jetak-Klesem.
29Pembangunan Jembatan Krajan-Watulumbung dan 2(dua) jembatan Kecil Klesem tahun 1994
Oleh Plan Internasional .
30.Perkerasan Jalan Klesem-Pagerejo-Sidomulyo sepanjang 2870 m tahun 1994
31.Perkerasan Jalan Krajan –Batas Desa Kluwih (P3DT) tahun 2003
32.Perkerasan Jalan Bungur –Batas Desa Wonoanti (PPK) tahun 2003
33.Pengerasan Jalan Tumpang –Batas Desa Sidomulyo PPK tahun 2004
34.Pengerasan Jalan Watulumbung –Batas Desa Jetak (Nogosari) PPK tahun 2005
35.Pengerasan Jalan Klesem –Gadungan (PKPS BBM) tahun 2005
36.Perkerasan Jalan Klesem – Krajan atas –Batas Desa Pagerejo (PKPSBBM)tahun 2005
37.Pipanisasi Watulumbung –Tumpang PKPS BBM Tahun 2005
38.Rabat Beton Klesem-Sidomulyo-Pagerejo sepanjang 120 m (PKPS BBM )tahun 2005
39.Pembangunan kantor LKMD,BPD,dan PKK (DPD/K )tahun 2004
40.Pembangunan Jembatan Gadungan (DPD/K) tahun 2005
41.Pembangunan Jembatan Gantung Watulumbung-Tungu dan Watulumbung –Geblok
Krajan Blimbing dan Dung dowo Glinggangan tahun 2005
Demografi Desa Padi Kecamatan Tulakan Kabupaten Pacitan
Desa Padi terdiri dari 6 dusun dengan jumlah penduduk 6.224 Jiwa atau 1.678 KK, dengan perincian sebagaimana tabel berikut :
Jumlah Penduduk
No.
|
Jenis Kelamin
|
Jumlah
|
1.
|
Laki – Laki
|
3.060 Orang
|
2.
|
Perempuan
|
3.169 Orang
|
3.
|
Kepala Keluarga
|
1.678 KK
|
Jumlah Penduduk Menurut Umur
No.
|
Umur (Tahun)
|
Jumlah (Jiwa)
|
1.
|
> 65
|
649
|
2.
|
60 – 65
|
383
|
3.
|
55 – 60
|
326
|
4.
|
50 – 55
|
371
|
5.
|
45 – 50
|
455
|
6.
|
40 – 45
|
461
|
7.
|
35 – 40
|
503
|
8.
|
30 – 35
|
417
|
9.
|
25 - 30
|
489
|
10.
|
20 – 25
|
489
|
11.
|
15 – 20
|
495
|
12.
|
10 – 15
|
497
|
13.
|
5 - 10
|
480
|
14.
|
< 5
|
322
|
Jumlah
|
6.229
|
Tingkat pendidikan masyarakat Desa Padi adalah sebagai berikut :
Tingkat Pendidikan Masyarakat
No.
|
Tingkat Pendidikan
|
Jumlah ( orang )
|
1.
|
Tidak Sekolah / Buta Huruf
|
48
|
3.
|
Tidak Tamat SD/Sederajat
|
392
|
4.
|
Tamat SD / sederajat
|
5295
|
5.
|
Tamat SLTP / sederajat
|
2294
|
6.
|
Tamat SLTA / sederajat
|
806
|
7.
|
Tamat D1, D2, D3
|
77
|
8.
|
Sarjana / S-1
|
16
|
Kesenian yang masih ada di masyarakat Desa Padi adalah sebagai berikut :
Kesenian Masyarakat
No.
|
Jenis Kesenian
|
Jumlah Kelompok
|
Status
|
1.
|
Slawatan
|
6
|
Aktif
|
2.
|
Wayang
|
2
|
Aktif
|
Karena Desa Padi merupakan desa pertanian, maka sebagian besar penduduknya bermata pencaharian sebagai petani, selengkapnya sebagai berikut:
9
Mata Pencaharian Penduduk
Petani
|
Pedagang
|
PNS
|
Tukang /Jasa
|
Lain- Lain
|
1.016
|
62
|
23
|
219
|
384
|
Jumlah kepemilikan hewan ternak oleh penduduk Desa Padi adalah sebagai berikut :
Kepemilikan Ternak
Ayam/itik
|
Kambing
|
Sapi
|
Kerbau
|
Lain-lain
|
7.960
|
3.500
|
30
|
0
|
0
|